Miskonsepsi

Setelah mempelajari bagian ini, diharapkan Anda dapat 1) mengidentifikasi miskonsepsi belajar IPA; 2) mengidentifikasi penyebab miskonsepsi; 3) menemukan cara mengatasi miskonsepsi; 4) mendiagnosis dan menganalisis kesulitan belajar IPA; 5) merancang pembelajaran remedial dan 6) melaksanakan pembelajaran remedial.

Topik ini sangat penting untuk saudara fahami karena terjadinya miskonsepsi sering terjadi pada siswa baik ditingkat SD, SMP, SMA, maupun perguruan Tinggi. Bahkan miskonsepsi juga bisa terjadi pada guru. Agar miskonsepsi tidak terjadi pada Anda sebagai calon guru dan anda nantinya bisa mengidentifikasi serta membenarkan miskonsepsi yang terjadi pada siswa, maka Anda harus memahami tentang miskonsepsi, penyebabnya, dan cara mengatasinya.

Untuk lebih memahami apa dan mengapa terjadi miskonsepsi marilah kita bahas bersama berikut ini. Miskonsepsi merupakan suatu penjelasan dari konsep yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah yang diterima para ahli. Miskonsepsi dapat merupakan pengertian yang tidak akurat tentang konsep, penggunaan konsep yang salah, klasifikasi contoh-contoh yang salah tentang penerapan konsep, pemaknaan konsep yang berbeda, kekacauan konsep-konsep yang berbeda, dan hubungan hierarkis konsep-konsep yang tidak benar. Miskonsepsi yang paling banyak terjadi pada siswa disebabkan konsep awal (prakonsepsi) yang kemudian dibawa ke pendidikan formal. Hal ini sering terjadi pada siswa SD. Sejak kecil, seseorang sudah mengkontruksi konsep-konsep melalui pengalaman sehari-hari sehingga seseorang dikatakan sudah mengalami proses belajar sejak awal. Miskonsepsi tidak hanya terjadi pada siswa tetapi juga terjadi pada guru. Hal ini menyebabkan miskonsepsi pada siswa semakin besar.

Penyebab terjadinya miskonsepsi sangat beragam karena berhubungan dengan bagaimana siswa memperoleh konsep tersebut. Menurut teori konstruktivisme, pengetahuan siswa dikontruksi atau dibangun oleh siswa sendiri. Proses konstruksi tersebut diperoleh melalui interaksi dengan benda, kejadian dan lingkungan. Pada saat siswa berinteraksi dengan lingkungan belajarnya, siswa mengkonstruksi pengetahuan berdasarkan pengalamannya. Oleh karena itu, ketika proses kontruksi pengetahuan terjadi pada siswa, sangat besar kemungkinan terjadinya kesalahan dalam proses mengkontruksi karena secara alami siswa belum terbiasa mengkontruksi pengetahuan sendiri secara tepat. Apalagi jika tidak didampingi sumber informasi yang jelas dan akurat. Kontruksi pengetahuan siswa tidak hanya dilakukan sendiri tetapi juga dibantu oleh konteks dan lingkungan siswa, diantaranya teman-teman di sekitar siswa, buku teks, guru dan lainnya. Jika aspek-aspek tersebut memberikan informasi dan pengalaman yang berbeda dengan pengertian ilmiah maka sangat besar kemungkinan terjadinya miskonsepsi pada siswa tersebut. Oleh karena itu, aspek-aspek tersebut merupakan penyebab terjadinya miskonsepsi pada siswa.

Agar Anda lebih memahami miskonsepsi dan dapat membenarkan bila terjadi miskonsepsi pada siswa Anda, lakukan kegiatan berikut ini.

1. Identifikasi konsep-konsep dalam IPA yang berpotensi terjadi miskonsepsi pada siswa SD

2. Tulislah konsep tersebut dalam tabel berikut ini.

No.

Konsep

Kemungkinan Penyebab terjadinya Miskonsepsi

3. Lakukan pengecekan kepada siswa Anda dengan cara memberikan pertanyaan tentang konsep yang berpotensi menimbulkan miskonsepsi, apakah siswa Anda ada yang mengalami miskonsepsi terhadap konsep-konsep tersebut.

4. Gali lebih dalam tentang penyebab terjadinya miskonsepsi pada siswa Anda

5. Tulislah hasil identifikasi tersebut dalam tabel berikut ini.

No.

Konsep yang terjadi miskonsepsi

Konsep menurut siswa

Konsep yang benar

Penyebab terjadinya miskonsepsi

 

 


6. Buatlah langkah pembelajaran untuk mengatasi terjadinya miskonsepsi pada konsep-konsep tersebut.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


7. Diskusikan langkah pembelajaran yang kamu kembangkan dengan temanmu agar memperoleh masukan dan lakukan revisi berdasarkan masukan tersebut

 

Skip Navigation

Navigation

Skip Section links