Silabus IPA SD

belajarPada menu sebelumnya telah diuraikan tujuan pembelajaran IPA yang di dalamnya terdapat pengembangan keterampilan berpikir. Nah, misalkan Bu Ria (seorang guru SD) hendak melakukan pembelajaran IPA pada Kompetensi Dasar (KD) tertentu atau tema tertentu. Apa yang akan dilakukan Bu Ria? Tentu saja, Bu Ria harus membuat perencanaan pembelajaran untuk KD atau tema tersebut, yang dikenal dengan istilah silabus. Untuk dapat mengembangkan silabus, Bu Ria harus mampu menganalisis KD dari sisi dimensi pengetahuan serta dimensi proses kognitif, afektif dan psikomotorik.  Selanjutnya Bu Ria merumuskan silabus yang memuat bagaimana kegiatan pembelajaran, indikator penilaian, dan merancang kegiatan penilaian KD tersebut.

grs

Pengembangan Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar,  materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian (BSNP, 2006).

Langkah-langkah Pengembangan Silabus meliputi:
   a. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar 
   b. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 
   c. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 
   d. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 
   e. Penentuan Jenis Penilaian 
   f.  Menentukan Alokasi Waktu 
   g. Menentukan Sumber Belajar


Silabus yang dikembangkan dapat dituliskan sesuai format silabus. Silabus dapat disusun ke samping dengan menggunakan matriks  atau disusun ke bawah .  Kedua model silabus tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Silabus yang disusun ke samping dengan menggunakan matriks agak rumit ketika menyusun layout-nya tetapi lebih mudah membaca dan memahaminya karena koherensi masing-masing komponen langsung terbaca. Silabus yang disusun ke bawah lebih mudah diurutkan tetapi agak sulit mencermati hubungan komponen satu dengan komponen lainnya.


Langkah-langkah Pengembangan Silabus meliputi:

Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan  memperhatikan hal-hal berikut:

  1. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di standar isi;
  2. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
  3. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.

Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:

  1. potensi peserta didik;
  2. relevansi dengan karakteristik daerah,
  3. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik;
  4. kebermanfaatan bagi peserta didik;
  5. struktur keilmuan;
  6. aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
  7. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan
  8. alokasi waktu.

Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 
kelas

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan,  dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.  Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.

  1. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. 
  2. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. 
  3. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
  4. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi. 

Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.  Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Indikator pencapaian kompetensi diklasifikasikan pada dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Contoh:
KD 3.1 (Kelas II semester 1): mengidentifikasi sumber-sumber energi (panas, listrik, cahaya, dan bunyi) yang ada di lingkungan sekitar.
Indikator Kognitif:
1. Mengamati berbagai sumber energi di lingkungan sekitar
2. Mengklasifikasikan sumber-sumber energi
3. Memberikan 3 contoh sumber energi untuk energi panas
4. Memberikan 1 contoh sumber energi untuk listrik
5. Memberikan 3 contoh sumber energi untuk energi cahaya
6. Memberikan 3 contoh sumber energi untuk bunyi

Indikator Afektif:
1. Menunjukkan kejujuran
2. Menunjukkan ketekunan
3. Menunjukkan rasa ingin tahu
 
Indikator Psikomotorik:
1. Mengikuti petujuk dalam melakukan pengamatan terhadap sumber-sumber energi.
2. Menuliskan hasil pengamatan terhadap sumber-sumber energy
3. Menghasilkan klasifikasi sumber-sumber energi sesuai petunjuk.
 

Penentuan Jenis Penilaian
anakPenilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
Hasil belajar siswa dapat diklasifikasi ke dalam tiga ranah (domain), yaitu domain kognitif (pengetahuan atau yang mencakup kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika -matematika), domain afektif (sikap dan nilai atau yang mencakup kecerdasan antarpribadi dan kecerdasan intrapribadi,dengan kata lain kecerdasan emosional), domain psikomotor (keterampilan atau yang mencakup kecerdasan kinestetik, kecerdasan visual-spasial, dan kecerdasan musikal).  Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah 1) penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi; 2) Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya; 3) Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa; 4) Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan; 5) Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.

Menentukan Alokasi Waktu
Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar.  Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.

Menentukan Sumber Belajar
Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.  Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

Silabus yang dikembangkan dapat dituliskan sesuai format silabus. Silabus dapat disusun ke samping dengan menggunakan matriks  atau disusun ke bawah .  Kedua model silabus tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Silabus yang disusun ke samping dengan menggunakan matriks agak rumit ketika menyusun layout-nya tetapi lebih mudah membaca dan memahaminya karena koherensi masing-masing komponen langsung terbaca. Silabus yang disusun ke bawah lebih mudah diurutkan tetapi agak sulit mencermati hubungan komponen satu dengan komponen lainnya.
 
Pada langkah pertama dari pengembangan silabus, pengkajian SK - KD harus memperhatikan empat dimensi, antara lain:

  1. Dimensi Pengetahuan
  2. Dimensi Proses Kognitif
  3. Dimensi Afektif
  4. Dimensi Psikomotorik

Format Silabus A

SILABUS

Nama Sekolah       :
Mata Pelajaran       : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/semester       : IV/1

Standar Kompetensi   :

Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar
             

 

Format Silabus B

SILABUS


Nama Sekolah :
Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/semester: IV/1

I. Standar Kompetensi

II. Kompetensi Dasar

III. Materi Pokok/Pembelajaran

IV. Kegiatan Pembelajaran

V. Indikator

VI. Penilaian

VII. Alokasi Waktu

VIII. Sumber Belajar


  

Last modified: Sunday, 20 March 2011, 09:45 PM
Skip Section links