Model Pembelajaran

1. Model Pengajaran Langsung
Pengajaran langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan pembelajaran siswa tentang pengetahuan prosedural (melakukan sesuatu) dan pengetahuan deklaratif (tentang sesuatu) yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Pengajaran langsung dikembangkan berdasarkan teori belajar sosial Bandura, yang menyatakan bahwa seseorang dapat belajar dengan cara mengamati perilaku orang lain atau modeling

Sintaks Model Pengajaran Langsung

No. Fase Peran Guru
1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

Guru menjelaskan tujuan, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar.

2. Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan

Guru mendemonstrasikan keterampilan atau menyajikan informasi setahap demi setahap.

3. Membimbing pelatihan

Guru memberikan pelatihan awal.

4. Mengecek pemahaman dan memberi umpan-balok

Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, memberi umpan-balik.

5. Memberi kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan. Guru mempersiapkan kesempatan untuk melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dan kehidupan  sehari hari.


2. Model Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan pengajaran langsung. Model ini dapat digunakan untuk  mengajarkan materi yang agak kompleks, dan yang lebih penting lagi, dapat membantu guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berdimensi sosial dan hubungan antar manusia (misalnya bekerja di dalam kelompok, mendengarkan dengan aktif, bertanya, berpendapat, menolak dengan menggunakan kata-kata yang dapat diterima, dan lain-lain). Pembelajaran kooperatif dikembangkan berdasarkan teori belajar kognitif-konstruktivis dan teori belajar sosial Vygotsky.

Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif

No. Fase Peran Guru
1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar.

2. Menyajikan informasi

Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.

3. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar

Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.

4. Membimbing kelompok belajar bekerja dan belajar

Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.

5. Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
6. Memberikan Penghargaan Guru menggunakan cara-cara yang sesuai untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.


3. Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah

Model ini tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Pengajaran langsung lebih cocok untuk tujuan semacam ini. Pembelajaran berdasarkan-masalah utamanya dikembangkan untuk membatu siswa mengembangkan kemampuan berfikir, pemecahan masalah, dan keterampilan intelektual; belajar berbagai peran orang dewasa melalui pelibatan siswa dalam pengalaman nyata atau simulasi; dan menjadi pebelajar mandiri (self-regulated learner). Model ini dikembangkan berdasarkan teori belajar konstruktivis-kognitif yang dikembangkan Piaget dan Vygotsky.

Sintaks Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah

No. Fase Peran Guru
1. Orientasi siswa kepada masalah

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang diperlukan, memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya.

2. Mengorganisasi siswa untuk belajar

Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.

3. Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok

Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen atau pengamatan untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.

4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai, seperti laporan, video, dan model dan membantu siswa untuk berbagi tugas dengan temannya.

5. Menganalisis dan mengevaluasi proses Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

 

Referensi

Arends, Richard I. 1997. Classroom Instruction and Management. USA: McGraw-Hill Companies Inc.

Last modified: Wednesday, 8 June 2011, 07:19 AM
Skip Navigation

Navigation

Skip Section links